TAUSYIAH

  • MEMBANGUN GENERASI QUR'ANI

    Oleh : Ustadzah Aan Rohana, M.Ag

    Ibu yg kuat akan melahirkan generasi yg hebat...
    Namun jika Ibu yg tidak dapat melaksanakan peran nya dengan baik,, Maka akan sulit membangun generasi yg hebat, yang takwa dan beriman. Bahkan Ibu tersebut justru dapat mengantarkan anaknya kedalam neraka. Na'udzubillahi mindzalik.
    Mengapa seorang Ibu harus menyiapkan generasi yang Qurani :
    1. karena Alquran adalah Rahmat Allah yang paling mulia, karena itulah Allah mengajarkan Alquran kepada manusia. Allah berfirman :
    " Ar Rohman ( Allah zat yang Maha Penyayang ) . Telah mengajarkan alquran " ( Arrohman : 1 - 2 )
    Karena itulah anak yg cinta Al-Qur'an adalah anak yg mampu meneladani Rosulullaah Sholallahu'alaihi Wassalam. Karena Akhlak Rosulullaah adalah Akhlak Al-Qur'an.
    2. Karena Alquran adalah hidayah. Petunjuk bagi hidup. Maka Allah titipkan anak pada kita sebagai berkah Allah dan maka ajarkan anak kita dengan Alquran agar hidupnya selalu lurus.
    Karena itulah orang tua yang memahami pentingnya alquran bagi kehidupan anak berusaha menjadikan anak2nya cinta Alquran : cinta membacanya, cinta memahami isinya, cinta menghafal dan mengulang2nya, cinta mengamalkan nya dan kelak cinta untuk mengajarkan dan berdakwah kepada alquran.
    Karena itu wahai kaum ibu buatlah anak mencintai Alquran.. .
    Buat lah anak Cinta untuk mengamalkan isi Alquran. Dan memdakwahkan nya dalam kehidupan sehari2.. Itulah bekal yg terbaik bagi anak adalah Alquran.
    3. Karena Al-Qur’an akan menuntunnya untuk selamat dan sukses didunia dan diakhirat. Allah SWT berfirman:
    ‎ذَلِكَ الْكِتَابُ لا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ
    “Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa” (QS. 2 : 2)
    Rasulullah bersabda :
    " Sesungguhnya Allah mengangkat suatu kaum ( beberapa derajat ) ( karena komitmen dengan ) alquran, dan menyia2kan kaum lainnya ( karena meninggalkan ) alquran ".
    🌸Konsep Anak Bagi Keluarga Muslim
    1. Anak sebagai Rahmat
    Surat Al-Qasas Ayat 9
    ‎وَقَالَتِ امْرَأَتُ فِرْعَوْنَ قُرَّتُ عَيْنٍ لِي وَلَكَ ۖ لَا تَقْتُلُوهُ عَسَىٰ أَنْ يَنْفَعَنَا أَوْ نَتَّخِذَهُ وَلَدًا وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ
    Dan berkatalah isteri Fir'aun: "(Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan ia bermanfaat kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak", sedang mereka tiada menyadari.
    2. Anak adalah keberkahan yg di berikan oleh Allah.
    Surat Hud Ayat 73
    ‎قَالُوا أَتَعْجَبِينَ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ ۖ رَحْمَتُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الْبَيْتِ ۚ إِنَّهُ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
    Para malaikat itu berkata: "Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah".
    3. Anak sebagai Rezeki
    Allah berfirman:
    ‎وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ مِنْ إِمْلَاقٍ نَحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ
    "Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka.” (QS. Al An’am [6]: 151)
    4. Anak sebagai investasi Dunia dan Akhira.
    ‎Rasulullah bersabda :
    “Jika seorang anak Adam mati, maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shaleh yang berdoa untuknya.” (HR Muslim)
    5. Anak sebagai Sedekah Jariyah.
    karena anak sholeh itu hasil dari kerja keras orang tuanya. Oleh karena itu, Islam amat mendorong seseorang untuk memperhatikan pendidikan anak-anak mereka dalam hal agama, sehingga nantinya anak tersebut tumbuh menjadi anak sholeh. Lalu anak tersebut menjadi sebab, yaitu ortunya masih mendapatkan pahala meskipun ortunya sudah meninggal dunia.
    🌸KIAT MEMBANGUN JIWA QUR’ANI PADA ANAK
    1. Menjadikan visi dan misi keluarga: membentuk generasi qurani.
    2. Memahami keutamaan alquran
    3. Keteladanan dari kedua orang tua.
    4. Menjadikan Rumah sebagai Lingkungan Qur’ani
    5. Banyak berdoa
    6. Membentuk kecintaan anak pada Al-Qur’an dengan :
    - Memberikan motivasi:
    a. Cerita tentang ulama- ulama besar yang hafal Al-Qur’an
    b. Cerita tentang anak-anak hebat yang hafal Al-Qur’an
    c. Cerita tentang hasil penelitian kecerdasan bisa dibentuk dengan kecintaan pada Al-Qur’an.
    d. Menjelaskan tentang keutamaan Al-Qur’an.
    e. Menjelaskan tentang keutamaan pencinta Al-Qur’an
    - Saat berprestasi memberi hadiah yang terkait dengan Al-Qur’an
    - Terpenuhinya hak-hak Al-Qur’an di dalam Rumah. Menjadikan Al-Qur’an yang paling banyak didengar oleh anak.
    7. Mendekatkan anak pada lingkungan Al-Qur’an diluar Rumah.
    8. Membelikan buku-buku terkait mu'jizat Al-Qur’an sesuai perkembangannya.
    9. Banyak memperdengarkan Al-Qur’an
    10. Mengajarkan membaca Al-Qur’an sejak balita.
    11. Berguru kepada ahli Al-Qur’an
    13. Memiliki jadwal yang tetap untuk belajar membaca Al-Qur’an
    14. Disiplin dengan jadwal.
    15. Saat jadwal Al-Qur’an, hedaknya bisa fokus
    16. Dipersahabatkan dengan anak yang gemar membaca Al-Qur’an
    17. Dijauhkan dari maksiat.
    18. Setiap ada peningkatan diberi apresiasi /hadiah
    19. Diajak Berziyarah ke pesantren/ lembaga quran
    21. Mengkondisikan kesiapan belajar di pesantren.
    22. Menyediakan berbagai fasilitas yg mendukung
    ▶Problem orang tua dan anak:
    1. Minimnya lingkungan yg qurani
    2. Minimnya keteladanan
    3. Tidak serius,
    4. Tidak fokus
    5. Tidak disiplin
    6. Banyak main
    7. Orang tua terlalu sibuk
    8. Salah persepsi tentang alquran
    9. Terlalu lengket dg gadget
    10. Bukan visi dan misi keluarga
    ▶ Solusi Problem orang tua dan anak:
    1. Menyamakan dan menyepakati visi dan misi
    2. Melakukan ikhtiyar dengan mengaplikasikan kiat-kiat diatas
    3. Menghindari problem
    4. Mewujudkan keteladanan dan lingkungan yang Qur’ani
    5. Mendidik dengan cara yang Islami
    Wallahu A'lam Bishowab
    Semoga bermanfaat